BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Industri kreatif atau ekonomi kreatif kini semakin diminati
seiring perkembangan informasi dan teknologi. Ekonomi kreatif menjadi denyut
nadi perekonomian yang memiliki hubungan erat di bidang budaya kewirausahaan
yang diprediksi akan menjadi trend ekonomi dunia termasuk Indonesia yang akan
ikut serta berperan aktif dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Pengertian dan
defenisi tentang ekonomi kreatif setidaknya memuat inti bahwa industri kreatif
maupun ekonomi kreatif memanfaatkan kemampuan kreativitas dari cipta, rasa dan
karsa sehingga bernilai ekonomi baik untuk pelaku ekonomi kreatif itu sendiri
maupun orang-orang disekitarnya.
Ekonomi kreatif sangat tergantung kepada modal manusia
(human capital atau intellectual capital, ada juga yang menyebutnya creative
capital). Ekonomi kreatif membutuhkan sumberdaya manusia yang kreatif tentunya,
mampu melahirkan berbagai ide dan menterjemahkannya ke dalam bentuk barang dan
jasa yang bernilai ekonomi. Proses produksinya bisa saja mengikuti kaidah
ekonomi industri, tetapi proses ide awalnya adalah kreativitas
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, adaun rumusan maalah yang
akan dibahas dalam makalah ini adalah ebagai berikut :
Apa pengertian dari ekonomi kreatif itu ?
Apa saja hambatan dalam berpikir kreatif ?
Apa saja persyaratan dalam berpikir kreatif ?
Apa saja proses kreatif itu ?
Tujuan Penelitian
Tujuan dari penulisan makalah ini ialah :
Untuk mengetahui pengertian dari ekonomi kreatif
Untuk mengetahui perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia
Untuk mengetahui perbedaan kreatif dengan inovatif
Untuk mengetahui hambatan dalam berpikir kreatif
Untuk mengetahui syarat berpikir kreatif
Untuk mengetahui bagaimana cara meningkatkan kreativitas
Untuk mengetahui proses kreativitas
Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penulian makalah ini ialah untuk
menambah pengetahuan, refereni, dan untuk menambah pemahaman khususnya di
bidang ekonomi kreatif.
Sistematika Penulisan
Makalah ini terdiri dari empat bab : bab satu merupakan
pendahuluan yang berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan
penulisan, manfaat penulisan dan sistematika penulian; bab dua adalah tinjauan
pustaka; bab tiga adalah analisis; dan bab empat adalah penutup yang terdiri
dari simpulan dan saran.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Ekonomi Kreatif
Ekonomi kreatif adalah aktivitas ekonomi yang memanfaatkan
kreatifitas. Kreatif sendiri berhubungan dengan kemampuan seseorang dalam
menciptakan sesuatu yang biasanya menuntut kecerdasan dan imajinasi. Maka,
ekonomi kreatif bisa juga didefinisikan sebagai aktivitas ekonomi yang tercipta
dari sebuah ide yang bersumber dari imajinasi seseorang.
Perkembangan Ekonomi Kreatif di Indonesia
Dimulai pada tahun 2006 di mana Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono menginstruksikan untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia.
Proses pengembangan ini diwujudkan pertama kali dengan pembentukan Indonesian
Design Power oleh Departemen Perdagangan untuk membantu pengembangan ekonomi
kreatif di Indonesia. Pada tahun 2007 dilakukan peluncuran Studi Pemetaan
Kontribusi Industri Kreatif Indonesia 2007 pada Trade Expo Indonesia.
Pada tahun 2008, dilakukan peluncuran Cetak Biru
Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025 dan Cetak Biru Pengembangan 14
Subsektor Industri Kreatif Indonesia. Selain itu, dilakukan pencanangan tahun
Indonesia Kreatif 2009. Untuk mewujudkan Indonesia Kreatif, tahun 2009 diadakan
Pekan Produk Kreatif dan Pameran Ekonomi Kreatif ysng berlangsung setiap
tahunnya.
Alasan mengapa Indonesia perlu mengembangkan ekonomi kreatif
antara lain karena ekonomi kreatif berpotensi besar dalam: Memberikan
kontribusi ekonomi yang signifikan; Menciptakan Iklim bisnis yang positif;
Membangun citra dan identitas bangsa; Mengembangkan ekonomi berbasis kepada
sumber daya yang terbarukan; Menciptakan inovasi dan kreativitas yang merupakan
keunggulan kompetitif suatu bangsa; Memberikan dampak sosial yang positif.
Ada alasan lain mengapa indonesia menggunakan sistem ekonomi
kreatif Ternyata, tersimpan ribuan
bahkan jutaan potensi produk kreatif yang layak dikembangkan di Tanah Air.
Tengok saja potensi itu: sekitar 17.500 pulau, 400 suku bangsa, lebih dari 740
etnis (di Papua saja 270 kelompok etnis), budaya, bahasa, agama dan kondisi
sosial-ekonomi.
Nilai-nilai budaya luhur (cultural heritage) yang kental
terwarisi, seperti teknologi tinggi pembangunan Borobudur, batik, songket,
wayang, pencak silat, dan seni budaya lain, menjadi aset bangsa. Tercatat pula,
tujuh lokasi di Indonesia yang dijadikan situs pusaka dunia (world heritage
site).
Belum lagi tingkat keragaman hayati (biodiversity) yang
sukar ditandingi. Begitu banyak spesies yang khas dan tak dapat dijumpai di
wilayah lain di dunia, seperti komodo, orang utan, cendrawasih. Tak
ketinggalan, hasil budidaya rempah-rempah, seperti cengkeh, lada, pala, jahe,
kayumanis, dan kunyit.
Semua itu bila diarahkan menjadi industri ekonomi kreatif,
tentu membuahkan hasil luar biasa. Apalagi, era saat ini mengarah pada ekonomi
kreatif, setelah era gelombang pertanian, gelombang industri, dan gelombang
informasi, seperti teori Alvin Toffler.
Kreatif vs Inovatif
Perbdaan kreatif dan inovatif, secara singkat dapat
dipaparkan sebagai berikut :
KREATIF = Memiliki daya cipta/berdaya cipta
INOVATIF = berdaya perubahan/pembaruan
Menciptakan sesuatu yang berbeda dari yang lain
Menghubungkan ide-ide/hal-hal yang tadinya tidak berhubungan
Menciptakan sesuatu yang belum ada menjadi ada
Pembaruan/menciptakan sesuatu yang sama sekali berbeda
Contoh ide kreatif: group 2 tang menghasilkan produk air
putih dengan kemasan plastik yang berbeda (tutup anti tumpah)
Contoh inovasi: Alm. Tirto Utomo mengemas air putih dalam
kemasan plastik yang diberi merek Aqua
Menurut Ted Levitt dari Harvard mengemukakan bahwa
kreativitas adalah memikirkan hal-hal baru dan inovasi adalah mengerjakan
hal-hal baru.
Hambatan dalam Berpikir Kreatif
Hambatan yang dibuat sendiri
Hambatan tidak berusaha menentang kenyataan/menerima apa
adanya, misalnya:
Terpaku pada apa yang sering dilihat/dialami selama ini
Tidak mau keluar dari kemapanan atau batasan-bataan yang ada
serta tidak mau keluar dari bingkai-bingkai atau batasan yang ada sebelumnya
Terpaku pada aturan-aturan, budaya, dan batasan-batasan baku
yang telah membelenggu.
Hambatan jawaban tunggal dan tepat
Kita menyukai rasa aman dan sesuatu yang pasti-pasti saja.
Kita sering kali memutuskan sesuatu dengan sangat cepat
tanpa pikir panjang.
Mengevaluasi terlalu cepat
Ingin dianggap pintar/cerdas sehingga sering kali kita
mengevaluasi sesuatu dengan cepat dan mengambil keputusan juga dengan cepat
Terlalu cepat menyalahkan orang lain, sehingga sering kali
kita mengganggap bahwa diri kita sendiri adalah benar dan cenderung menyalahkan
orang lain atau mencari kambing hitam.
Takut dianggap bodoh
Tidak berani mengeluarkan ide/pendapat yang sebenarnya sudah
dipikirkan dan ada dalam benak pikirannya, tetapi tidak berani untuk
menyampaikannya di depan umum
Tidak percaya diri bahwa ide yang ada dalam pikirannya
adalah ide yang sesungguhnya memang benar
Percaya bahwa “saya tidak kreatif”
Orang yang percaya dirinya tidak kreatif akan bertindak
seperti itu dan akan mewujudkan keyakinan tersebut. Banyak orang yang di anggap
jenius, visioner, dan penemu sesungguhnya tidak lebih pintar daripada orang
lain dan tidak memiliki lebih banyak bakat kreatif daripada orang pada umumnya;
akan tetapi mereka telah belajar cara untuk berpikir secara kreatif dan cukup
tahan terus mencoba hingga sukses.
Persyaratan Berpikir Kreatif
Perlu persiapan, pendidikan formal dan informal mengenal
enterpreneurship
Usaha, kumpulkan sebanyak mungkin ide, tetapi jangan
dievaluasi terlebih dahulu
Inkubasi, menggabungkan ide-ide yang sudah ada sehingga
muncul ide atau embrio baru.
Pengertian, memahami persoalan/permasalahan secara mendalam
Evaluasi, pilih yang terbaik, dari segi biaya, hukum, dan
sebagainya.
Karakteristik Ekonomi Kreatif
Tercatat beberapa hal yang menjadi karakteristik dari ekonomi
kreatif:
Diperlukan kolaborasi antara berbagai aktor yang berperan
dalam industri kreatif, yaitu cendekiawan (kaum intelektual), dunia usaha, dan
pemerintah yang merupakan prasyarat mendasar.
Berbasis pada ide atau gagasan.
Pengembangan tidak terbatas dalam berbagai bidang usaha.
Konsep yang dibangun bersifat relatif.
Proses Kreatif
Persiapan
Langkah ini mencakup mempersiapkan akal untuk ia berpikir
kreatif. Persiapan bisa mencakup pelatihan formal, pelatihan saat kerja,
pengalaman bekerja, dan mengambil manfaat dari peluang belajar lainnya.
Pelatihan ini memberikan dasar cara membangun kreativitas dan inovasi.
Investigasi.
Pada langkah ini, anda diharapkan mengembangkan pemahaman
kuat atas masalah, situasi, atau keputusan yang ada.
Transformasi
Transformasi berarti harus memandang persamaan dan perbedaan
yang ada pada informasi yang dikumpulkan. Fase ini memerlukan dua jeni
pemikiran: konvergen dan divergen.
Pemikiran kovergen adalah kemampuan untuk melihat persamaan
dan pertalian diantara berbagai data dan peristiwa..
Pemikiran divirgen adalah kemampuan untuk melihat perbedaan
diantara berbagai data dan peristiwa.
Inkubasi
Alam bawah sadar memerlukan waktu untuk merefleksi informasi
yng dikumpulkan. Bagi seorang pengamat, fase proses kreatif ini, tampaknya
orang kreatif tersebut sedang bermalas-malasan. Inkubasi terjadi ketika
seseorang sedang jauh dari masalah tersebut, kadang-kadang terlibat dalam
aktivitas yang sama sekali tidak terkait dengan masalah tersebut, dan bahkan
tidak memikirkan hal tersebut.
Iluminasi
Fase dalam proses kreatif ini terjadi selama fase inkubasi
ketika terobosan spontan menyebabkan “bola lamu menyala”. Hal ini dapat terjadi
setelah lima menit ataupun lima tahun. Dalam tingkat iluminasi, semua tingkat
sebelumnya bersatu padu menghasilkan “faktor Eureka”. Atau enciptaan ide
inovatif. Dalam suatu penelitian terhadap 200 ilmuwan, 80 persen mengatakan
bahwa setidaknya solusi atas masalah telah “muncul di dalam kepala mereka”.
Biaanya ketika mereka tidak memikirkan masalah tersebut.
Verifikasi
Bagi wirausahawan, memvalidasi ide untuk memastikan akurasi
dan manfaatnya, dijalanjkan dengan melakukan percobaan, menjalankan simulasi,
menguji pemasaran produk atau jasa, menetapkan program pemandu dalam skala
kecil, membuat prototype, dan banyak kegiatan lainnya yang dirancang untuk
memverivikasi bahwa ide baru tersebut bisa diterapkan dengan berhasil dan
praktis.
Implemantasi
Focus dari langkah ini adalah untuk mengubah ide menjadi
kenyataan. Banyak orang mendapatkan ide kreatif
untuk produk atau jasa baru yang menjanjikan, tetapi mereka tidak pernah
membawa ide tersebut beranjak dari pikiran mereka, kunci bagi keuksesan adalah
kemampuan mereka untuk menggunakan ide kreatif membuat sesuatu yang baru yang
bermanfaat dan mengubahnya menjadi kenyataan.
BAB III
PEMBAHASAN
Menjadi Kaya dari Bisnis Rumahan
Tips Pintar Mendulang Rupiah dengan Berwirausaha di Rumah
Berpikir Kreatif Untuk Mengembangkan Bisnis Rumahan
Berpikir Kreatif, Berpikir Unik
Setiap orang yang hendak berbisnis harus memiliki ide-ide
kreatif untuk mengembangkan bisnisnya. Begitu pula apabila ingin merintis
bisnis rumahan harus memiliki langkah-langkah kreatif untuk memajukan
perusahaan agar perusahaan itu tidak “ jalan di tempat “. Peran kreativitas
sangat penting dalam dunia bisnis. Jadilah orang kreatif di dalam segala
bidang, mulai dari kreatif dalam mencari segmen pasar yang hendak dibidik,
mencari celah-celah peluang yang bisa digarap, hingga mencari keunikan produksi
barang atau jasa yang di tawarkan. Hitung dan kembangkan semuanya secara cerdas
dan kreatif.
Salah satu cara mengembangkan kreativitas dalam mengelola
bisnis rumahan adalah dengan memiliki kepekaan pada hal-hal yang bersifat
sebab-akibat dilingkungan sekitar kita. Pelajarilah berbagai hal dalam kehidupan
kita, bacalah kisah-kisah sukses pengusaha lain, dan teruslah bertanya pada
mereka yang telah berpengalaman. Orang-orang yang sukses di dunia bisnis tidak
pernah terlepas dari mencari tahu dan bertanya.
Seni Berbisnis ( The Art Of Busines ).
Seni berbisnis merupakan pengetahuan praktis yang wajib
dipelajari jika ingin perusahaan lebih maju. Pemahaman seni berbisnis
mensyaratkan upaya-upaya tak kenal lelah dengan proses yang tidak instan atau
tidak langsung jadi. Segala sesuatunya harus diatur serapi mungkin, semusnya
harus dipikirkan masak-masak dampaknya di lain waktu. Dan di atas itu semua,
kita harus berani bertindak dan berani memulai. Singkirkan kata “tidak mungkin”
dalam proses belajar. Pikirkan dengan matang lalu kerjakan apa-apa yang menjadi
keputusan dengan sepenuh hati.
Betapa banyak yang menggeluti dunia bisnis, namun mereka tak
memehami bagaimana seni berbisnis yang benar. Akibatnya, mereka akan gampang
patah arang apabila mereka dihadapkan pada masalah-masalah yang pelik. Seni
berbisnis pada dasarnya diawali dengan upaya untuk mencari celah-celah peluang
yang bisa digarap menjadi usaha yang menguntungkan di mana pun dan kapan pun.
Jangan pernah kebingungan jika suatu ketika kita harus mencari upaya-upaya mengembangkan bisnis,
cari dan kembangkan ide-ide sekecil apa pun. Lakukan beberapa kegiatan yang
membuat hati dan pikiran senang. Pikirkan cara untuk membuat segala pekerjaan
semakin menarik. Bayangkan segala sesuatu yang indah dan mampu meneyegarkan
pikiran. Yakinlah bahwa petunjuk akan selalu dating dimana saja kita berada dan
dalam keadaan apa pun.
Hindarilah perilaku malas berpikir kreatif. Meskipun bisnis
rumahan yang digarap hanya merupakan usaha sampingan, sedikit pun jangan pernah
menyepelekannya. Seorang yang memehami the art of bussiness tidak akan menganggap pekerjaannya sebagai
sesuatu yang membosankan. Ia menjadikan pekerjaan sampingan tersebut seperti
kegiatan wisata yang menarik. Dengan demikian, ia akan mampu menghadapi segala
permasalahan dan tantangan dengan sikap tenang namun tetap serius. Ciptakan
dunia yang indah dalam pikiran maka dunia pun juga terlihat indah. Berkaitan
dengan upaya-upaya mengembangkan kreativitas, ada beberapa hal kiat sederhana
yang dapat dipraktikan berikut ini .
Duduk Merenung dengan Pikiran Tenang dan Santai
Gunakan waktu-waktu santai sebaik mungkin untuk mencari
cara-cara memajukan bisnis. Bila sudah terbiasa melakukan perenungan dengan
pikiran yang santai namun tetap awas, maka solusi atau inspirasi kadang akan
muncul dengan sendirinya. Carilah, galilah, ambilah segala ide dan gagasan
terpendam yang dapat bermanfaat untuk memajukan bisnis rumahan tersebut.
Gunakan pikiran semaksimal mungkin untuk mengembangkan diri, keluarga, maupun
bisnis.
Membawa Buku Catatan Kapanpun dan Dimanapun Anda Berada
Apabila suatu ketika muncul ide-ide kreatif dari pikiran,
segera catat ide-ide tersebut dalam buku catatan. Ketika di dapur, ketika
sedang tidur-tiduran di kamar, dll. Jangan sia-siakan inspirasi mendadak
tersebut, segera catat agar tidak hilang sia-sia.
Dua contoh langkah praktis di atas dapat diterapkan dalam
kehidupan bisnis. Laksanakan dengan seefektif mungkin langkah-langkah praktis
tersebut hingga terbiasa dan akan merasakan buahnya yang manis.
Kekuatan Imajinasi
Terkadang, para pelanggan memilih barang atau jasa bukan
karena mereka tertarik pada barang-barang yang dijual, tetapi lebih pada sistem
yang dipakai dalam bisnis tersebut. Dalam hal ini, langkah dan maneuver bisnis
yang indah akan menjadi magnet bagi para pelanggan, sempurnakan semua itu
dengan sentuhan imajinasi.
Imajinasi itu bisa merupakan imajinasi yang dibayangkan
sendiri, maupun imajinasi dalam novel fiksi. Sebagai wirausahawan rumahan yang
smart, banyak-banyaklah membaca aneka ragam buku. Sedikit sekali ada pengusaha
sukses yang gemar membaca buku-buku fiksi. Lebih banyak bisnismen yang hanya
membaca buku-buku bisnis semata dan mengabaikan bahan-bahan hiburan lainnya
sehingga sering terjadi ketidak seimbangan dalam kehidupan mereka.
Memposisikan Hati dan Semangat
Manusia kadang bertindak dan berperilaku sesuai suasana
hatinya. Terkadang hati begitu bersemangat untuk terus bekerja tanpa lelah
untuk menggapai impian. Dan terkadang, jiwa ingin bebas terlepas daris egalla
tuntutan untuk mengejar cita-cita. Maka pandai-pandailah dalam menjaga hati.
Jagalah agar suasana hati tetap fresh, tenang dan senantiasa bersemangat.
Kita berhak untuk berbangga hati, namun jangan sampai lepas
kendali. Bersikaplah pertengahan, tidak terlalu ngoyo namun juga jangna malas.
Berbisnis dengan mengetahui seni dalam berbisnis akan membuat lebih tenang,
lebih dinamis dan tidak gampang menyerah atas godaan-godaan yang menghantui.
Bersemangat dalam Menjalani Bisnis
Kita akan menjadi orang yang sukses dalam menjalankan karier
bisnis rumahan apabila kita terus menerus berjuang, tak pernah lelah, tak
pernah jenuh, dan disertai keyakinan total bahwa kita pastiakan berhasil.
Jangan pernah berpikir untuk mengganti usaha yang sedang kita tekuni saat ini
belum dapat sesap manis madunya.
Ada beberapa kiat yang dapat dilakukan untuk memecahkan
kebuntuan berpikir yang disarankan oleh Robert W. Olson (2002).
Pertama, Anda bisa bila Anda berpikir Anda bisa; Jadilah
seorang wirausahawan yang memiliki tekad bulat dan keyakinan mantap bahwa
seluruh kinerjanya akan mencapai kesuksesan.
Kedua, mintalah pendapat dari orang lain; Jangan pernag
menolak bila ada orang yang mau memberikan masukan terkait usaha rumahan yang
kita kembangkan. Bersikaplah terbuka pada semua gagasan dan pendapat yang
masuk.
Ketiga, perluas cakrawala berpikir Anda; Orang-orang yang
bergelut dalam usha rumahan tidak akan dapat mengembangkan usahanya bila mereka
tidak mau berpikir kretaif. Anda akan menjadi orang yang mampu menghargai diri
Anda sendiri bila Anda terus berpikir untuk menjadi orang yang maju.
Orang-orang yang sukses dalam berbagai bidang kehidupannya adalah mereka yang
dapat menggunakan potensi pikirannya dengan baik.
Keempat, tetaplah sibuk; Setelah Anda mencerap bberapa
gagasan bagus dan memperluas cakrawala berpikir Anda, teruslah berkarya dengan
semangat. Produktivitas dan kinerja Andalah yang akan menentukan sampai sejauh
mana usaha rumahan Anda akan berkembang.
Kelima, jadilah pendengar yang baik; Latihlah diri Anda
untuk menjadi seorang pendengar yang baik. Kalu pembicaraannya mengandung
hal-hal yang bermanfaat bagi perusahaan rumahan Anda, cobalah simak dan serap
dengan sebaik mungkin. Namun, bila tidak bermanfaat, tetaplah menyimak jangan
mengabaikan sipembicara.
Mengikuti Pelatihan-pelatihan Bisnis
Untuk memperluas pengalaman, menambah wawasan dan
memperbanyak relasi demi untuk mengembangkan bisnis, kita dapat mengikuti
pelatihan-pelatihan-pelatihan bisnis.Kecerdasan bisnis kita akan terasah,
inspirasi-inspirasi segar akan muncul, semangat dalam diri akan menyala-nyala.
Kita akan mendapat siraman materi dan berbagai keterampilan bisnis baru dari
tutor yang mungkin belum pernah kita dengar.
Mengelola Bisnis Di Rumah Secara Profesional
Mengelola bisnis, baik bisnis berskala besar maupun
kecil-kecilan di rumah, hendaklah dilakukan secara serius dan professional agar
usaha yang digarap dapat menghasilkan laba.
Manusia hidup di muka bumi ini diberkahi dengan tiga potensi
besar yang wajib dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam kehidupannya.
Pertama, akal pikiran. Dengan potensi pikiran inilah manusia bisa berpikir
kreatif, mempertimbangkan segala hal untuk mencari yang terbaik.
Kedua, spritualis. Spritualis dalam konteks bisnis adalah
bagaimana agar terus-menerus bersemangat dan tidak pernah lelah dalam
memperjuangkan bisnis yang sudah digarap selama ini.
Ketiga, profesionalitas. Profesional adalah ketika kita
mampu mengelola usaha rumahan dengan sebaik-bainya sehingga menjadi lebih maju
daripada orang lain.
Apabila tiga
potensi tersebut dapat dikelola dengan baik, kepribadian kita akan mengalami
keseimbangan, emosi akan terkontrol, dan perilaku akan berpengaruh positif pada
bisnis yang digarap.
Manajemen modern
Untuk mencapai profesionalitas dalam merintis bisnis di
rumah, kita harus memperbaiki manajemen usaha rumahan tersebut. Boleh saja
menjalankan bisnis dengan cara-cara tradisonal namun dalam pengelolaannya
menggunakan manajemen modern. Membidik peluang-peluang pasar dengan tepat,
bekerja dengan jujur, dan mampu mengatur strategi pemasaran dan promosi dengan
baik merupakan wujud profesionalisme wirausahawan yang smart.
Kiat-kiat manajemen cerdas :
Kepuasan Pelanggan
Sediakan produk-produk berkualitas sehingga pelanggan puas.
Setiap pelanggan yang pintar akan lebih memilih barang-barang yang kualitasnya
bagus walau sedikit lebih mahal. Bidiklah segmen pembeli cerdas ini karena
mereka termasuk pembeli tetap. Terlebih bila kita dapat menyuguhkan
produk-produk yang tidak terlalu mahal tetapi tetap berkualitas, maka dijamin
para pelanggan akan sangat “fanatik” dengan produk kita. Aktiva perusahan
memiliki nilai kecil tanpa adanya pelanggan. Oleh karena itu, tugas utama
perusahaan adalah menarik dan mempertahankan pelanggan, pelanggan ditarik
melalui tawaran-tawaran yang unggul dibandingkan pesaing dan dipertahankan melalui
kepuasan.
Pelayanan yang Unggul
Berikan pelayanan yang baik kepada semua pelanggan agar
mereka membeli lagi. Usahakan selalu tersenyum di hadapan pelanggan, jangan
tampakkan wajah merengut, dan wajah kusut.
Keterbukaan
Para pelanggan lebih suka berurusan dengan pedagang yang
bersikap terbuka, jujur, dan apa adanya. Barang yang ia jual sudah ketahuan
baik buruknya. Keterbukaan memang salah satu prinsip yang sangat penting dalam
berbisnis.
Persaingan yang Sehat
Bila memiliki saingan dalam bisnis rumahan yang kita kelola,
kita harus bersikap sportif dengan menjalankan usaha secara sehat. Bersikaplah
aris dalam menghadapi segala persaingan bisnis, hindari intrik, dan utamakan
taktik.
Pentingnya Kepercayaan
Dalam jenis usaha apapun, setiap orang berusaha untuk
menjaga keharmonisan hubungan dengan mitra kerja dan pelanggan. Hubungan baik
ini terjadi jika ada kepercayaan dan iktikad baik dari semua pihak yang terkait
dalam transaksi. Kepercayaan pada (dan dari) semua pihak sangat menetukan
keberlangsungan suatu usaha.
Menjaga kepercayaan orang lain juga menjadi hal yang turut
membentuk seseorang yang pada mulanya kurang profesional menjadi seorang
professional. Untuk meraih kepercayaan orang lain, jalinlah silaturahmi dan
gemar berdiskusi.
Harga, Desain Produk, dan Branding
Dapat disebut professional bila dapat menetapkan harga yang
pantas, tidak terlalu mahal dan sesuai kualitas, dan jangan menjual terlalu
murah agar pelanggan tidak memandang sebelah mata produk tersebut.
Produk juga harus memiliki desain yang bagus dan unik agar
para pelanggan merasa tertarik untuk membelinya.
Branding dapat diartikan sebagai upaya-upaya untuk
memunculkan karisma, kekuatan emosional dan “kelebihan” dari suatu produk atau
perusahaan secara intens sehingga citra dan image dari produk atau perusahaan
tersebut melekat sedemikian rupa dalam benak dan pandangan masyarakat luas.
Upaya-upaya tersebut diantaranya dengan memperbaiki sistem manajemen usaha,
mengemas produk dengan kemasan menarik, menjaga hubungan dengan mitra maupun
konsumen, serta terus berupaya untuk memberikan produk dengan kualitas terbaik.
Karyawan yang Kompeten
Untuk menciptakan produk-produk unggulan, dibutuhkan
karyawan yang berkualitas, loyal, dan jujur. Sumber daya manusia yang berkualitaas
merupakan penggerak utama perusahaan. Bila suatu usaha dijalankan oleh pimpinan
dan karyawan yang berkualitas, maka perusahaan tersebut akan mampu berkembang
dan mampu menjalankan bisnisnya secara efektif dan efisien. SDM yang
berkualitas belum cukup apabila ingin perusahaan kita mampu bertahan jangka
panjang. Loyalitas pegawai terhadap perusahaan menjadi salah satu syarat yang
paling utama dalam hal ini. Keberhasilan uatu organisasi baik besar maupun
kecil bukan ditentukan oleh SDM yang tersedia, akan tetapi banyak ditentukan
oleh kualitas SDM yang berperan merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan
organisasi yang bersangkutan.
Bila karyawan memiliki hubungan emosional yang kuat dengan
perusahaan, maka mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang
terbaik bagi perusahaan. Tanpa adanya ketertarikan emosional antara pegawai dan
perusahaan, pegawai hanya bekerja sekedar untuk menjalankan kewajibannya.
Mereka hanya akan bekerja untuk mencari gaji bulanan, dan setelah itu, habis
perkara.
SDM yang berkualitas juga belum tentu memberikan kontribusi
terbaik kepada perusahaan bila mereka tidak merasa turut “memiliki” perusahaan.
Terlebih ketika perusahaan mengabaikan hak-hak para pegawainya. Pegawai yang
merasa bahwa gajinya kurang memadai untuk memenuhi kebutuhan keluarganya akan
mencari pekerjaan sampingan di luar yang akan menyita waktu istirahatnya
sehingga tidak akan dapat memberikan kemampuannya secara maksimal pada
perusahaan. Untuk menghindari hal ini, kita harus memberikan perhatian lebih
kepada para pegawai dengan “memanusiakan” mereka.
Jadilah bos yang baik, yang disayangi sekaligus dihormati
oleh karyawan, yang kehadirannya selalu ditunggu-tunggu oleh para karyawan.
Jadilah sosok bos yang sekaligus mitra kerja bagi mereka. Kurangi mengerutkan
kening (bermuka masam) dihadapan para karyawan agar mereka selalu senang
bersama Anda.
Nabi Muhammad SAW sebagai Pengusaha
Sebagai seorang muslim yang baik, kita harus mencontoh
junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Sebagai seorang entrepreneur sejati,
pengusaha yang patut dicontoh, dan motivator yang luar biasa dahsyat. Beliau
sangan profesional dalam menjalankan amanah bisnis yang diberikn kepadanya.
Ternyata beliau telah menerapkan kiat-kiat bisnis modern walau dalam tingkatan
sederhana.
Jauh sebelum para ahli teori bisnis modern seperti Frederick
W. Taylor dan Henry Fayol mengangkat prinsip manajemen sebagai sebuah disiplin
ilmu pada abad ke-19 M, Rasulullah SAW ternyata telah mengimplementasikan
nilai-nilai manajemen modern dalam kehidupan bisnisnya sejak abad ke-6 M.
Seperti yang diungkapkan oleh Prof. Aflazul Rahman
(1997:145) dalam bukunya Muhammad: A Trader, Rasulullah SAW adalah pebisnis
yang jujur dan adil dalam membuat perjanjian bisnis. Beliau tidak pernah
membuat para pelanggannya mengeluh. Dia senantiasa memenuhi janjinya dan
menyerahkan barang-barang tepat pada waktunya. Muhammad SAW senantiasa
menunjukan rasa tanggung jawab yang besar dan integritas yang tinggi dalam
berbisnis. Dengan kata lain beliau melaksanakan prinsip-prinsip manajemen
bisnis modern yaitu kepuasan pelanggan, pelayanan yang unggul, efesiensi,
keterbukaan, serta persaingan yang sehat dan kompetitif.
Tirulah semangat berbisnis Rasulullah SAW, maka insya Allah,
kita akan dapat mengelola bisnis rumahan dengan hati yang ikhlas, perasaan nan
tenang, dan pikiran yang jernih. Tirulah professional terhebat di sepanjang
masa, Nabi Muhammad saw.
Dengan profesionalitas, kita akan bisabersikap lebih arif
dalam mengatasi semua persoalan yang menghadang, termasuk mengatasi saingan dengan
cara yang professional. Sebisa mungkin jadikan semua orang di sekitar kita
menjadi partner dalam berbisnis. Hargai setiap orang yang kita temui, dan
pererat tali silaturrahmi dengan teman lama. Merekalah yang kemungkinan besar
akan menjadi konsumen kita.
Menyikapi Kegagalan
Wirausahawan yang smart tidak pernah kalah oleh kegagalan.
Bersikap bijak dalam menghadapi kegagalan bisnis rumahan sagatlah penting
karena pengaruhnya sagat besar pada kondisi fisik maupun psikis, selain pada
finansial tentunya. Jangan menganggap kegagalan usaha sebagai akhir dari
proses.
Kegagalan membutuhkan pikiran tenang dan tindakan nyata
untuk dapat mengatasinya dengan baik. Hadapi situasi-situasi yang mengancam
dengan berani. Berbuatlah sekuat kemampuan untuk mengubah kegagalan tersebut
menjadi sarana pengembangan diri agar menjadi orang yang professional
kedepannya.
BAB IV
PENUTUP
Simpulan
Ekonomi kreatif adalah aktivitas ekonomi yang memanfaatkan
kreatifitas. Kreatif sendiri berhubungan dengan kemampuan seseorang dalam menciptakan
sesuatu yang biasanya menuntut kecerdasan dan imajinasi.
Hambatan dalam Berpikir Kreatif : Hambatan yang dibuat
sendiri, Hambatan tidak berusaha menentang kenyataan/menerima apa adanya,
Hambatan jawaban tunggal dan tepat, Mengevaluasi terlalu cepat, Takut dianggap
bodoh, dan Percaya bahwa “saya tidak kreatif”
Persyaratan Berpikir Kreatif : Perlu persiapan, Usaha,
Inkubasi, Pengertian, memahami persoalan/permasalahan secara mendalam, &
Evaluasi,
Proses Kreatif : Persiapan, Investigasi., Transformasi,
Iluminasi, Verifikasi, dan Implemantasi.
Saran
Kepada pembaca agar dapat lebih memahami serta dapat
melaksanakan ekonomi kreatif dan untuk pembuat makalah selanjutnya agar lebih
menambahkan pembahasan/referensi didalamnya. Dan untuk pemerintah kami
menyarankan agar lebih serius dalam melaksanakan sistem ekonomi kreatif ini.
DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi-kreatif
http://www.bimbie.com/contoh-ekonomi-kreatif.htm
https://succesed.wordpress.com/ekonomi-kreatif/
Kotler. Philip. 2005. Manajemen Pemasaran, PT. Indeks
Kelompok Gramedia: Jakarta.
Manullang. M. 2008, DASAR-DASARA MANAJEMEN GADJAH MADA
UNIVERITY PRESS:Yogyakarta
Masyhuri, 2009, Menjadi Kaya dari Bisnis Rumahan,Tips Pintar
Mendulang Rupiah dengan Berwirausaha di Rumah. DIVA Pres : Jogjakarta
Saiman. Leonardus. 2012, Kewirausahaan Teori, Praktek, dan
Kasus-kasus, (Jakarta: Salemba Empat, 2012
W. Zimmerer. Thomas dan
M. Scarborogh. Norman. 2008, Kewirausahaan dan Manajemen Uaha Kecil,
Jakarta: Salemba empat,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar